Siantar Top (STTP) siapkan strategi penuhi stok menjelang Ramadan

News Setup


BERITAASLI.COM – JAKARTA. Dua pekan menjelang Ramadan, PT Siantar Top Tbk (STTP) menyebut akan mengebut proses produksi produk makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan pasar selama bulan puasa hingga hari lebaran nanti. 

Direktur STTP, Armin, mengungkapkan, langkah tersebut perlu dilakukan agar stok produk STTP tetap tersedia di pasaran, bahkan ketika proses pendistribusian barang ikut terhambat pada momen lebaran. Maklum, momentum lebaran cenderung membuat tingkat pendistribusian menurun akibat banyaknya hari libur. 

“Tingkat kita untuk mendistribusikannya menurun, sehingga distribusinya menurun otomatis di pasar itu cenderung tidak terisi itu yang kita khawatirkan,” ungkap Armin saat dihubungi BERITAASLI Senin lalu. 

Menurutnya, ketika produknya langka di pasaran hal itu justru berpotensi membuat tingkat penjualan STTP menurun. Oleh karena itu, di tahun ini STTP melakukan upaya untuk menghindari langkanya ketersediaan barang baik pada saat hari lebaran maupun setelahnya. “Jadi kita full-kan di bulan puasa, sebelum lebaran. Habis lebaran kita cepat isi lagi. Itu yang kita upayakan,” ungkap Armin kepada BERITAASLI, Senin (29/3). 

Baca Juga: Siantar Top (STTP) dulang pertumbuhan positif di awal tahun 2021

Dikatakan Armin, turunnya tingkat penjualan dapat terjadi karena STTP tidak memproduksi barang yang hanya diminati pada momen lebaran. Sebagai industri produk makanan ringan yang bisa dikonsumsi kapan saja, ketersediaan stok barang di pasaran menjadi hal yang penting bagi perseroan untuk menjaga tingkat penjualan. 

Sedikit informasi, pelopor industri makanan ringan asal Jawa Timur ini, memproduksi berbagai snack atau camilan yang biasanya digemari anak-anak. Antara lain, produk noodle snack, biskuit dan wafer, juga snack lainnya. 

Hingga kini, sejumlah produk STTP sudah terjun ke pasar ekspor dan telah terbang ke sejumlah negara. Mulai dari China, Vietman, Taiwan, Korea, Thailand, hingga Palestina. “Kita ada (mie) Gemez Enaak ekspor itu, biskuit juga ada,” tambahnya. 

Diketahui, porsi penjualan produk STTP di pasar ekspor telah berkontribusi lebih dari 8% dari total keseluruhan pendapatan. Melansir catatan BERITAASLI.COM sebelumnya, disebutkan bahwa penjualan ekspor STTP pada Januari-September 2020 mencapai Rp 98,00 miliar atau setara kurang lebih 8,63% dari total penjualan bersih perusahaan di periode tersebut. 

Asal tahu saja,  pada Kuartal III 2020 lalu STTP mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 2,81 triliun atau tumbuh 8,77% (yoy) dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 2,59 triliun.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts