Siantar Top (STTP) berencana merilis sejumlah produk baru di tahun ini

News Setup


BERITAASLI.COM – JAKARTA. Emiten makanan ringan, PT Siantar Top Tbk (STTP) berencana akan meluncurkan sejumlah produk baru di tahun ini. Namun, apa dan kapan tepatnya produk tersebut akan rilis, masih akan melihat kondisi pasar juga kinerja perseroan di sepanjang tahun 2021. 

“Biasanya tiap tahun kita ada persiapan untuk launch (produk baru).Tapi kita lihat situasinya, kalau tidak benar mending kita tunda,” ujar Direktur STTP, Armin kepada BERITAASLI, Senin (29/3). 

Armin mengungkapkan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh perseroan sebelum merilis produk baru. Terlebih di kondisi pandemi seperti saat ini di mana tingkat perekonomian di tanah air bisa dikatakan belum begitu stabil. “Sampai sekarang kita masih lihat situasi pandemi di negara kita pandeminya (kasus Covid-19) pertumhannya masih banyak,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Armin menyebut, STTP juga perlu melihat bagaimana situasi kompetitor juga tingkat penjualan perusahaan di periode tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan produk baru yang akan diluncurkan mampu membidik segmen pasar di waktu yang tepat. 

Di samping itu, STTP berhasil membukukan kinerja yang cukup positif di separuh kuartal I tahun ini. Dikatakan Armin, penjualan domestik maupun ekspor sudah mengalami pertumbuhan meskipun terbilang mini. “Kita lihat tahun ini dibanding tahun lalu, kita masih tumbuh sampai Februari 2021, tidak sampai 10% tapi masih tumbuh,” kata Armin. 

Kinerja positif yang ditoreh STTP sejak awal tahun, membuat Armin optimistis untuk menargetkan pertumbuhan penjualan double digit hingga ujung tahun 2021 nanti. Di samping itu, program vaksinasi yang digencarkan pemerintah sejak Maret lalu, dinilainya dapat turut mendongkrak perekonomian Indonesia secara perlahan. 

“Kalau memang program pemerintah berjalan bagus, harusnya di tahun ini sih pelan-pelan berangsur lebih baik itu yang kita lihat,” ungkapnya. 

Baca Juga: Jelang Ramadan, Siantar Top (STTP) siapkan strategi penuhi stok produk di pasaran

Untuk memuluskan target bisnisnya tersebut, STTP mengalokasikan belanja modal atawa capex sebesar Rp 450 miliar. Dikatakan Armin, dana tersebut akan dipakai untuk beberapa keperluan perusahaan. 

“Untuk anak perusahaan kita danakan Rp 100 miliar, untuk perluasan usaha STTP anggarkan Rp 100 miliar, dividen kita datangkan  Rp 50 miliar. Pelunasan hutang obligasi kita cadangkan Rp 200 miliar,” jelas Armin. 

Sekedar informasi, sebagai emiten makanan ringan, STTP memproduksi berbagai snack atau camilan yang meliputi produk noodle snack, biskuit dan wafer, juga snack lainnya. Hingga kini, sejumlah produk STTP sudah terjun ke pasar ekspor mulai dari China, Vietman, Taiwan, Korea, Thailand, hingga Palestina. 

Hingga kini STTP belum merilis secara resmi laporan keuangan di sepanjang tahun 2020. Namun hingga Kuartal III 2020 lalu, STTP mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 2,81 triliun atau tumbuh 8,77% (yoy) dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 2,59 triliun. 

Seiring dengan penjualan neto yang bertumbuh INTP mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 479,40 miliar pada kuartal III 2020. Angka tersebut tumbuh 27,09% (yoy) dibanding perolehan laba bersih di periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 377,19 miliar.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts