Sejumlah perusahaan multifinance bergegas menambah pendanaan baru

News Setup


BERITAASLI.COM – JAKARTA. Sejumlah multifinance bergegas menambah pendanaan baru untuk menyokong pembiayaan tahun ini. Salah satunya melalui penerbitan obligasi atau surat utang. Mulai dari Astra Sedaya Finance yang akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2,5 triliun yang merupakan bagian Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021. Masa penawaran akan berlangsung pada 8 April – 12 April 2021. 

Presiden Direktur Astra Sedaya Finance Siswadi mengatakan, dana penerbitan obligasi itu akan digunakan sebagai modal kerja pada sektor pembiayaan konsumen. Mengingat, perusahaan menyediakan pembiayaan mobil, fasilitas dana dan pembiayaan syariah. “Kami menerbitkan obligasi sesuai dengan rencana bisnis tahunan perusahaan,” kata Siswadi, Rabu (31/3). 

Anak usaha Astra Group ini masih berniat menerbitkan obligasi sekali lagi pada sisa tahun ini. Sayang, ia tidak mengungkapkan berapa nilai obligasi yang akan di terbitkan untuk menyokong pendanaan sepanjang tahun 2021.

Baca Juga: Astra Sedaya Finance akan tawarkan obligasi sebesar Rp 2,5 triliun

Selain itu, WOM Finance juga tertarik menerbitkan obligasi sekitar kuartal 2 – kuartal 3 tahun 2021. Namun perusahaan belum bisa mengungkapkan berapa obligasi yang akan diterbitkan karena masih melihat kebutuhan dana ke depan. “Penerbitan ini untuk mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan di kuartal 2,” terang Direktur Keuangan WOM Finance Zacharia Susantadiredja.

Walau begitu, perusahaan punya alasan kenapa menerbitkan obligasi di tengah tahun. Alasannya, kondisi serta proyeksi di pasar modal sudah membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Terlebih, perusahaan juga sedang butuh pendanaan baru. 

Sebelumnya, Sinar Mas Multifinance akan menerbitkan obligasi Rp 732,50 miliar pada Februari lalu. Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multifinance Tahap II Tahun 2021 ini memiliki peringkat A+ dari PT Kredit Rating Indonesia. “Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum berkelanjutan setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan untuk modal kerja pembiayaan,” ungkap perusahaan. 

Perusahaan juga memberikan jaminan kepada pemegang obligasi berupa piutang kegiatan usaha yang jatuh tempo atau belum dibayar sampai 90 hari kalender dari tanggal jatuh tempo angsuran di masing-masing piutang tersebut. Nilai jaminan sebesar 60% dari nilai pokok obligasi terutang.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts