Masuki musim tanam, wamentan pastikan kebutuhan pupuk subsidi tercukupi

Keuangan


ILUSTRASI. Masuki musim tanam, Wamentan Pastikan kebutuhan pupuk Subsidi tercukup

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

BERITAASLI.COM –  JAKARTA. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi Petrokimia Gresik untuk memastikan kesiapan produksi pupuk subsidi memasuki musim tanam kedua pada tahun ini. 

“Sesuai arahan Presiden, kami di sini memastikan kebutuhan pupuk untuk petani tercukupi, sehingga target pemerintah untuk swamsembada pangan bisa terlaksana,” ujar Harvick dalam keterangan resminya, Kamis (1/4). 

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Achmad Bakir Pasaman, menambahkan bahwa stok pupuk subsidi telah disiapkan di gudang lini 1 (produsen) sampai dengan lini 4 (kios resmi) sebanyak 2,1 juta ton. Sehingga jumlah tersebut akan mencukupi untuk kebutuhan selama enam minggu ke depan.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk membantu kelancaran penyaluran pupuk subsidi, Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, yaitu memiliki 9 unit pengantongan, 6 unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk, 595 gudang dengan kapasitas 3,1 juta ton, dan memiliki jaringan distributor sebanyak 1.200 dengan 29.000 lebih kios resmi.

Baca Juga: Pupuk Kaltim amankan 210.494 ton pupuk subsidi untuk masa tanam pertama tahun ini

Ia mengatakan Pupuk Indonesia juga telah menerapkan teknologi 4.0 dalam pendistribusian pupuk, melalui sistem Distribution Planning and Control System yang dapat memonitor posisi pengiriman barang, dan memantau stok hingga ke level kios secara real time.  “Sehingga potensi kelangkaan atau kekurangan stok dapat dicegah sejak dini,” tambahnya. 

Di samping itu, Wamentan juga mengapresiasi program Agro Solution, yaitu upaya Pupuk Indonesia untuk mengakomodasi petani agar tidak bergantung pada pupuk subsidi, serta untuk menarik minat generasi milenial, karena program ini menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan.

Di tempat yang sama, Bakir menambahkan bahwa berdasarkan hasil uji coba program Agro Solution di Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bima, Dompu, Ponorogo, dan sebagainya, petani berhasil meningkatkan produktivitas tanamannya. 

“Panen gabah kering naik 55%, jagung kering naik 45%. Adapun keuntungan petani padi naik hingga 91% dan jagung kering naik hingga 60%,” ujar Bakir. 

Sebagai informasi, program Agrosolution ini telah dilaksanakan pada 10.861 hektar lahan di berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan target di tahun 2021 mencapai 50 ribu hektar. Hasil program ini mampu meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 sampai 6 ton menjadi 8 hingga 10 ton per hektar. 

“Harapannya bila produktivitas meningkat, maka pendapatan petani juga meningkat sehingga mereka mampu membeli pupuk non-subsidi dan tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi,” tutupnya. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAASLI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts