Harga rights issue Summarecon Agung (SMRA) bakal ditetapkan mendekati pelaksanaan

Keuangan


ILUSTRASI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Summarecon Agung (SMRA) pada Kamis (1/4) menyetujui rencana rights issue.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

BERITAASLI.COM – JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) telah mengantongi izin para pemegang saham untuk melaksanakan rights issue dengan melepas  sebanyak-banyaknya 3,61 miliar saham atau 25% dari modal disetor, dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per lembar saham.

Sekretaris Perusahaan SMRA Jemmy Kusnadi menambahkan nilai pelaksanaan belum ditentukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Kamis (1/4). Jemmy juga menegaskan dalam rights issue ini tidak ada pembeli siaga (standby buyer). 

“Untuk harga pelaksanaan baru akan ditentukan mendekati waktu pelaksanaannya nanti. Tidak ada standby buyer, kami berharap semua pemegang saham dapat berpartisipasi dalam rights issue ini,” jelas Jemmy kepada BERITAASLI.COM, Kamis (1/4). 

Adapun pelaksanaan rights issue ditargetkan terlaksana di semester I-2021 ini. Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran hutang serta modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha. 

Baca Juga: Summarecon Agung (SMRA) mengantongi persetujuan rights issue

Analis Sucor Sekuritas Joey Faustian menjelaskan, SMRA menargetkan bisa mengantongi dana sekitar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun dalam aksi korporasi ini yang akan digunakan untuk memperkuat struktur modal. Joey menambahkan, Sucor Sekuritas meyakini bahwa pemegang saham mayoritas SMRA kemungkinan besar akan mempertahankan sebagian besar kepemilikannya yaitu 40,38% dengan menyerap sekitar 40% dari rights issue

“Dengan asumsi penyerapan 50% dari rights issue yaitu 40% pemegang saham mayoritas dan 10% publik, serta target dana Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun, harga kesepakatan akan berkisar antara Rp 831 saham hingga Rp 1.108 per saham,” jelas Joey. 

Lebih lanjut, karena beban bunga berkontribusi sekitar 153%-175% dari laba bersih 2017-2019, potensi deleveraging akan berdampak positif pada earning per share (EPS) SMRA pasca dilusi. Dus, Joey merekomendasikan beli dengan target harga Rp 950 per saham yang menyiratkan target PBV 2021 sebesar 1,4 kali. Target harga tersebut mempertimbangkan hasil realisasi kinerja SMRA di tahun 2020 yang belum keluar. 

Adapun pada penutupan perdagangan Kamis (1/4) harga saham SMRA melemah 1,6% ke Rp 940 per saham. 

Baca Juga: Summarecon Agung (SMRA) merasakan dampak insentif PPN terhadap kenaikan penjualan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAASLI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts