Volume penjualan Semen Indonesia (SMGR) diproyeksi bisa naik 4% hingga 5% tahun ini

Keuangan


ILUSTRASI. Buruh pelabuhan melakukan aktivitas bongkar muat semen di kawasan pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Volume penjualan Semen Indonesia (SMGR) diproyeksi bisa naik 4% hingga 5% tahun ini

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

BERITAASLI.COM –  JAKARTA.Volume penjualan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)  mengalami penurunan sepanjang 2020. Melansir laporan Perseroan, SMGR mencatatkan penjualan 39,84 juta ton semen (termasuk penjualan klinker domestik).

Realisasi ini menurun 7,9% dari volume penjualan pada 2019 yang mencapai 43,27 juta ton.

Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan volume penjualan SMGR bisa bertumbuh tahun ini. Analis Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami Nasr memproyeksikan volume penjualan semen SMGR bisa tumbuh sekitar  4% tahun ini.

“Didukung pemulihan moderat permintaan dalam negeri, baik dari sektor infrastruktur dan properti,” terang Zamzami kepada BERITAASLI.COM, Senin (29/3). Pertumbuhan ini juga didukung oleh ekspor produk SMGR.

Sementara itu, Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra memasang sikap bullish terhadap permintaan semen bulk. Meski persaingan di pasar semen bulk akan sedikit lebih ketat, SMGR dinilai akan diuntungkan dengan jangkauannya yang sudah mencakup lingkup nasional.

Baca Juga: Solusi Bangun Indonesia (SMCB) siapkan capex sekitar Rp 500 miliar untuk tahun ini

Hal ini akan menghasilkan biaya transportasi yang lebih rendah. Oleh sebab itu, SMGR dinilai tidak akan ambil pusing jika pesaing menawarkan harga yang lebih rendah. SMGR diyakini akan mendapatkan dari kenaikan tren ini. “Akibatnya, kami merevisi volume penjualan SMGR akan tumbuh 5,4% dan 5,8% di 2021 dan 2022,” tulis Andrianto dalam riset, Selasa (23/3).

Pada Februari 2021, industri semen telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan mencatatkan pertumbuhan 8,8% YoY di luar Jawa. Di  segmen semen kantong (bag), konsumsi semen telah kembali ke level  sebelum Covid-19, karena berhasil membukukan pertumbuhan 5,9% YoY.

Meski demikian, pasar semen bulk belum menunjukkan tanda pemulihan karena masih terkontraksi 13,9% YoY. Namun, hal ini memang sejalan dengan perkiraan Sinarmas Sekuritas, yang meyakini pasar semen bulk akan mulai pulih pada kuartal kedua dan ketiga 2021.

“Perlu digarisbawahi bahwa kami memperkirakan konsumsi semen nasional akan sepenuhnya kembali ke level sebelum Covid pada tahun 2022,” sambung Andrianto.

Sinarmas Sekuritas mempertahankan rating overweight di sektor semen dengan SMGR sebagai pilihan utama. Emiten pelat merah ini menjadi dinilai menjadi proxy (acuan) terbaik di pasar semen bulk. Selain itu, terdapat potensi peningkatan margin yang disebabkan oleh efisiensi lebih lanjut dengan anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).

Baca Juga: Solusi Bangun (SMCB) andalkan produk baru untuk dorong kinerja di tahun 2021

Deleveraging yang dilakukan SMGR juga menyebabkan laba bersihnya berpotensi lebih tinggi ke depan. Terakhir, harga saham SMGR  diperdagangkan dengan valuasi yang menarik dan relatif lebih murah daripada emiten semen lain.

Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli saham SMGR dengan target harga Rp 15.800. Pada perdagangan Selasa (30/3), saham SMGR ditutup melemah 2,74% ke level Rp 10.875.

Namun, risiko dari rekomendasi ini meliputi pemulihan ekonomi yang lemah, adanya pemain baru yang menyebabkan perang harga, serta biaya bahan baku (input) yang lebih tinggi.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAASLI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts