Kluster baru bermunculan, infeksi Covid-19 di Korea Selatan kembali tembus 500 kasus

Keuangan


ILUSTRASI. Vaksinasi di Korea Selatan

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

BERITAASLI.COM – SEOUL. Kasus virus corona (Covid-19) harian Korea Selatan kembali naik dan berada di atas 500 pada hari Sabtu (27/3). Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan, ada 505 kasus Covid-19, termasuk 490 infeksi lokal. 

Asal tahu saja, ini adalah jumlah tertinggi dalam lebih dari sebulan. Terakhir pada 19 Februari, Korea Selatan melaporkan 561 kasus baru. Hal tersebut memperdalam kekhawatiran atas kebangkitan virus corona terutama karena lebih banyak orang keluar dalam cuaca yang lebih hangat.

Di saat yang sama, Korea Selatan menambahkan lima kematian lagi akibat Covid-19, yang meningkatkan total menjadi 1.721 kasus kematian sejak pandemi dimulai.

Dari total 490 kasus penularan lokal, wilayah Seoul yang lebih luas menyumbang 62,4%. Seoul melaporkan 126 kasus dan Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi ibu kota menyumbang 141 pasien baru. Incheon yang berada 40 kilometer barat Seoul, melaporkan 39 kasus lagi.

Kasus yang terkait dengan sebuah gereja di Provinsi Chungcheong Utara bertambah menjadi 27 sejak pasien pertama dilaporkan Kamis, dan infeksi kluster terus berlanjut di restoran, tempat kerja dan fasilitas umum lainnya di seluruh negeri. 

Baca Juga: Drakor terbaru Joseon Exorcist hentikan penayangan karena kontroversi, ini kata SBS

Sebelum akhirnya tembus ke atas 500, kasus virus corona harian di Korea Selatan memang cenderung naik selama beberapa hari terakhir. Pada Jumat (26/3), ada 494 kasus baru, naik dari Kamis (25/3) dengan 430 kasus dan 428 pada hari Rabu (24/3). 

Karena ada tanda-tanda lonjakan baru dalam kasus virus corona, pemerintah memutuskan pada Jumat (26/3) untuk memperpanjang aturan jarak sosial level 2 untuk wilayah Seoul yang lebih padat penduduknya. Sementara kawasan lainnya menerapkan jarak sosial di level 1,5 hingga 11 April.

Pertemuan lima orang atau lebih akan terus dilarang, dan restoran serta fasilitas umum lainnya di wilayah Seoul yang lebih luas akan diizinkan untuk tetap buka hingga pukul 10 malam.

Pihak berwenang juga menetapkan lima minggu ke depan mulai Sabtu (27/3) sebagai “periode pencegahan virus khusus” sebagai tanggapan atas potensi kenaikan perjalanan selama musim semi.

“Terlepas dari upaya habis-habisan, jumlah pasien baru meningkat dengan lebih cepat. Ada lebih banyak sumber perhatian di bulan April, seperti pemilihan sela dan acara keagamaan besar seperti Paskah,” kata Kim Hee-kyeum, seorang pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas manajemen bencana. 

Pemerintah pun meminta warga untuk sepenuhnya mematuhi tindakan anti-virus selama kegiatan di luar ruangan dan keagamaan selama periode tersebut. 






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts