Kasus melonjak, India lockdown kota-kota dengan infeksi virus corona tertinggi

Keuangan


ILUSTRASI. Penumpang menunggu dalam barisan untuk diperiksa suhu tubuh mereka di sebuah stasiun kereta, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Mumbai, India, Kamis (26/11/2020). REUTERS/Francis Mascarenhas

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

BERITAASLI.COM – NEW DELHI. Pihak berwenang memerintahkan masyarakat di beberapa kota di India Barat untuk tetap di dalam rumah, setelah jumlah kasus baru virus corona mencapai 53.476 infeksi pada Rabu (24/3), tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Kasus virus corona melonjak di beberapa negara bagian di India sejak akhir Februari, menyusul pembukaan kembali ekonomi  dan pelanggaran protokol kesehatan seperti memakai masker wajah dan menjaga jarak, menurut pejabat kesehatan.

Lebih dari separuh infeksi baru virus corona dilaporkan dari Negara Bagian Maharashtra, tempat ibu kota keuangan India Mumbai, tempat jutaan orang kembali bekerja di kantor dan pabrik.

Pemerintah setempat memberlakukan penguncian penuh selama sepuluh hari di kota-kota yang terkena dampak paling parah, Nanded dan Beed, menyusul pertemuan kabinet, seorang pejabat mengatakan.

Baca Juga: India temukan varian baru dari mutasi virus corona, waspada!

“Mengizinkan pemerintah lokal memberlakukan lockdown lokal dibanding seluruh negara bagian,” kata seorang pejabat senior pemerintah yang menolak disebutkan namanya, merujuk keputusan pertemuan kabinet tersebut, seperti dikutip Reuters.

Maharashtra juga melaporkan varian baru dari virus corona yang disebut “mutan ganda”, yang menambah kekhawatiran tentang lonjakan kasus.

Total kasus virus corona di India mencapai 11,8 juta, tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. Negeri Sungai Gangga melaporkan 251 kematian baru akibat Covid-19, sehingga total menjadi 160.692.

Bisnis telah mendesak pemerintah untuk mengurangi pembatasan menjelang festival besar Hindu Holi akhir pekan ini. Pembatasan telah dicabut di Kota Nagpur di Maharashtra dan kerumunan besar terlihat di area perbelanjaan, kata kepolisian negara bagian.

“Ini adalah Catch-22, di mana penutupan toko menyebabkan banyak ketidaknyamanan bagi pedagang dan orang-orang tetapi di sisi lain Covid-19 menyebar,” kata Komisaris Polisi Amitesh Kumar kepada Reuters.






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts