Tips meminimalkan risiko saat berinvestasi atau trading saham

Keuangan


ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan saham melalui kanal digital di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (27/1). Tips meminimalkan risiko saat berinvestasi atau trading saham.

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

BERITAASLI.COM –  JAKARTA. Berbagai fenomena muncul mewarnai dunia pasar modal dalam negeri belakangan ini. Dari jumlah investor terus bertambah di tengah pandemi Covid-19, hingga sejumlah nasabah yang menggunakan uang hasil pinjaman untuk masuk dalam investasi saham.

Dalam catatan BERITAASLI, tak sedikit pula investor anyar berutang melalui aplikasi pinjaman online, meminjam uang arisan dan uang milik anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sampai ada yang rela menggadaikan tanah dan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil sebagai modal investasi.

Beberapa investor juga cenderung memilih saham karena ikut-ikutan tanpa memahami analisa teknikal dan fundamentalnya. Alhasil, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

Pakar Keuangan dan Pasar Modal, Budi Frensidy menyayangkan perilaku investor yang cenderung ikut-ikutan ini. “Sangat disayangkan investor ritel dengan modal terbatas, kemudian masuk kelompok spekulan. Terlebih kalau mereka menggunakan dana pinjaman,” kata Budi dalam acara Incar Cuan Investasi Saham, Pahami Risikonya, Selasa (24/3).

Baca Juga: Sempat perkasa, saham-saham lapis bawah ini mulai loyo

Guna meminimalisir kerugian dalam investasi saham, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya menambahkan, alangkah baiknya jika calon investor mengenali profil risikonya dan cermat dalam memperhitungkan permodalan sebelum terjun ke investasi saham.

Kemudian, William menyarankan agar pelaku pasar menggunakan dana dingin atau dana pribadi yang tak terpakai dalam jangka waktu dekat sebagai modal investasi. Yang terpenting, sambungnya, menerapkan konsep investasi sedari awal.

“Investor juga harus pahami dan sadari bahwa investasi adalah keputusan pribadi sehingga jangan memiliki ketergantungan atau sekadar ikut-ikutan tren,” terangnya ketika dihubungi BERITAASLI, Rabu (24/3).

Selanjutnya, ia mengimbau investor untuk tidak serakah dalam mengincar keuntungan. Ia bilang, pelaku pasar harus memiliki perencanaan investasi secara detail mulai dari komposisi portofolio, target, dan juga kesiapan, tak terkecuali menanggung risiko.

Baca Juga: Punya prospek yang menarik, analis rekomendasikan beli saham AKR Corporindo (AKRA)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAASLI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts