Lakukan perampingan, Bukit Asam (PTBA) tutup dan likuidasi Anthrakas

Keuangan


ILUSTRASI. Pertambangan batubara Bukit Asam (PTBA)

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

BERITAASLI.COM – JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan penutupan dan likuidasi terhadap Anthrakas Pte. Ltd (Anthrakas), dengan kepemilikan tidak langsung melalui entitas anak PTBA, yaitu PT Bukit Asam Prima (PT BAP).

Pada tanggal 22 Maret 2021, PTBA melalui PT BAP telah menyetujui penutupan Anthrakas sebagaimana dimuat dalam Minutes of Extraordinary General Meeting Anthrakas (“Minutes of EGM”).

“Berdasarkan Minutes of EGM tersebut, juga telah dilakukan penunjukan likuidator yaitu Joshua James Taylor dan Chew Ee Ling yang keduanya berasal dari Kantor Alvarez & Marsal (SE Asia) Pte.Ltd,” tulis manajemen PTBA dalam keterangan tertulis di laman keterbukaan informasi BEI, Rabu (24/3).

Baca Juga: Harga batubara menanjak, ini kata manajemen Bukit Asam (PTBA)

Dilihat berdasarkan struktur kepemilikannya, Anthrakas merupakan entitas anak dari PT BAP dengan persentase kepemilikan pada Anthrakas sebesar 100%. Sementara itu, PT BAP sendiri dimiliki oleh PTBA dengan kepemilikan sebesar 99,99%.

Penyetoran modal PTBA melalui PT BAP pada Anthrakas berjumlah sebesar US$ 2,1 juta. Oleh karenanya, dengan memperhatikan Ekuitas PTBA per tanggal 31 Desember 2020 (Audited) yang tercatat sebesar Rp 16,94 triliun, penutupan Anthrakas tidak termasuk transaksi material.

Manajemen PTBA menerangkan, Penutupan dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi/perampingan grup Perseroan dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan yang agile.

Asal tahu saja, Anthrakas yang bergerak dalam bidang perdagangan batubara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2014 itu tidak melakukan aktivitas usaha pada tahun 2020 dan 2021.

“Dengan dilakukannya penutupan tersebut tidak memiliki dampak terhadap Perseroan mengingat belum adanya kontribusi terhadap keuangan Perseroan secara konsolidasian,” tambah manajemen.

 

Total Aset Anthrakas per 31 Desember 2020 (Audited) tercatat sebesar Rp 29,06 miliar. Setelah penutupan, PTBA akan menghentikan pengakuan Aset (termasuk setiap Goodwill) dan Liabilitas pada nilai tercatatnya.

Jumlah yang sebelumnya diakui dalam Penghasilan Komprehensif Lain juga direklasifikasi ke Laporan Laba Rugi atau dialihkan secara langsung ke Saldo Laba dan sisa investasi terdahulu diakui sebesar nilai wajarnya.

Setiap perbedaan antara nilai tercatat sisa investasi pada tanggal hilangnya pengendalian dan nilai wajarnya diakui dalam Laporan Laba Rugi.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAASLI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts