Kinerja Indofood CBP (ICBP) tahun lalu moncer, ini kata analis

Keuangan


ILUSTRASI. Aneka rasa Indomie terbaru

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

BERITAASLI.COM – JAKARTA. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil mencatatkan kinerja yang positif sepanjang tahun lalu. Emiten produsen mie instan Indomie ini mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 46,64 triliun. 

Realisasi ini tumbuh 10,28% secara year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 42,29 triliun.

Dari segi bottomline, kenaikan pendapatan bersih mendorong perolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ICBP menjadi Rp 6,58 triliun. Realisasi ini melesat 30,81% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,03 triliun.

Baca Juga: Tahun ini, ABM Investama (ABMM) siapkan capex di atas US$ 60 juta

Analis BRIDanareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, capaian laba bersih ICBP mencerminkan 110% dari perkiraan yang dia pasang, dan mencerminkan 118% dari perkiraan konsensus. Alias, kinerja ICBP tahun lalu berada di atas ekspektasi

Margin yang lebih tinggi secara keseluruhan diiringi dengan keuntungan valas mendukung pertumbuhan laba bersih ICBP yang tumbuh hingga 30,8%.

Secara rinci, di kuartal keempat 2020, ICBP melaporkan pendapatan sebesar Rp 12,7 triliun, tumbuh 34,1% secara tahunan dan naik 17,5% secara kuartalan.

Segmen mie, yang merupakan kontributor pendapatan utama, melaporkan pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat, yakni sebesar 17,4% secara tahunan. Produk olahan susu (dairy), yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar kedua,  mencatat pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat, yakni sebesar 1,5% yoy (dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai  6,7% yoy).

Segmen bumbu makanan membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat, yakni sebesar 23,8% yoy. Sementara makanan ringan dan makanan bernutrisi dilaporkan tumbuh masing-masing 2,5%  dan 1,5% yoy.

Baca Juga: Turun 3 hari beruntun, IHSG dibuka terkoreksi 0,60% Rabu (24/3)

“Segmen minuman melaporkan pertumbuhan pendapatan negatif sebesar -35,4% yoy, dengan penjualan terhambat oleh penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB),” tulis Natalia dalam riset, Rabu (24/3).

Efek akuisisi Pinehill juga mulai terasa pada kinerja keuangan ICBP. Natalia menyebut, di kuartal keempat, ICBP melaporkan margin kotor yang lebih tinggi sebesar 38,4% berkat volume dan kontribusi yang kuat dari Pinehill.

Namun, ICBP melaporkan beban bunga yang lebih tinggi karena dana pinjaman tambahan yang diambil pada Agustus 2020 untuk membiayai akuisisi Pinehill, membuat net gearing menjadi 0,44 kali.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di BERITAASLI Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts