Akibat kesalahan teknis, kapal kontainer sepanjang 400 meter blokir Terusan Suez

Keuangan


ILUSTRASI. Kapal kontainer RDO Concord berlayar melalui Terusan Suez saat Mesir merayakan 150 tahun pembukaan kanal di Ismailia, Mesir, 17 November 2019.

Sumber: Channel News Asia | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

BERITAASLI.COM – KAIRO. Sebuah kapal kontainer buatan perusahaan transportasi Evergreen Marine pada hari Selasa (23/3) pagi mengalami gagal kendali dan menutup jalur utama Terusan Suez, Mesir.

Kapal bernama Ever Given tersebut memiliki panjang sekitar 400 meter dan lebar sekitar 59 meter. Ever Given berbendera Panama dengan pemiliknya terdaftar di Jepang.

Dilansir dari Channel News Asia, lalu lintas di jalur perairan sempit itu terhambat sejak Selasa pagi karena Ever Given tak kunjung bisa dikembalikan ke posisi normal.

Perusahaan logistik GAC yang menggunakan jasa Ever Given menjelaskan bahwa kapal Ever Given mengalami pemadaman listrik saat berusaha bergerak ke Utara. Sayangnya kapal telanjur tidak bisa dikendalikan dan menyilang di jalur utama Terusan Suez.

Baca Juga: Sejarah berdirinya Liga Arab, organisasi regional yang rayakan hari jadi ke-76 tahun

Menurut data satelit dari MarineTraffic.com, haluan Ever Given menyentuh dinding timur kanal, sementara buritannya tampak bersandar di dinding barat. Beberapa kapal tunda kini mengelilingi Ever Given untuk  mencoba mendorongnya ke arah yang benar.

Citra satelit juga menunjukkan sejumlah kapal kargo dan kapal tanker minyak tampak berbaris di ujung selatan Terusan Suez, menunggu untuk dapat melewati jalur air ke Laut Mediterania.

Dikutip dari BBC, otoritas Terusan Suez mengatakan bahwa proses pemindahan kapal yang terjebak itu bisa berlangsung berhari-hari.

Basis data PBB mencantumkan Ever Given sebagai milik Shoei Kisen KK, sebuah perusahaan penyewaan kapal yang berbasis di Imabari, Jepang. Ever Given diketahui sedang dalam perjalanan menuju Rotterdam, Belanda, dari China.

Terusan Suez dipilih karena merupakan jalur tercepat untuk menuju Mediterania jika berangkat dari China. Sayangnya kapal raksasa ini harus tersangkut di jalur perdagangan internasional vital tersebut.






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts