Wilayah Australia Timur diterjang terparah dalam 50 tahun terakhir

Keuangan


ILUSTRASI. Wilayah Australia Timur dilanda banjir terburuk selama 50 tahun terakhir

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

BERITAASLI.COM – MELBOURNE. Sepanjang pantai timur Australia mengalami hujan deras selama akhir pekan ini. Hujan lebat menyebabkan wilayah tersebut dilanda banjir yang terparah selama 50 tahun terakhir serta memaksa ribuan orang mengungsi dan ratusan rumah rusak.

Dilansir dari Reuters, Perdana Menteri New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian mengatakan, hujan lebat yang melanda di wilayah Australia tidak sesuai perkiraan apalagi untuk daerah dataran rendah di barat laut Sydney.

“Kemarin, kami berharap ini hanya akan menjadi kejadian terparah yang dialami dalam 20 tahun terakhir, sekarang ini terlihat seperti kejadian terparah dalam 50 tahun,” ujar Berejiklian seperti dikutip Reuters, Minggu (21/3).

Baca Juga: Di tengah vaksinasi, kasus baru virus corona global kembali dalam tren mendaki

Ia juga mengatakan, orang-orang di bagian barat laut Sydney sudah diminta meninggalkan rumah tengah malam karena arus air semakin menyebabkan kerusakan yang lebih luas. Menurutnya, saat ini masih ada 4.000 orang yang harus dievakuasi.

Bencana banjir ini menyebabkan beberapa jalan utama harus ditutup akibat genangan air yang terjadi. Beberapa bendungan, termasuk Warragamba, pemasok air utama Sydney, juga meluap sehingga menyebabkan permukaan sungai melonjak. Selain itu, beberapa sekolah juga membatalkan kelas pada Senin (22/3).

Ahli meteorologi mengatakan, hujan masih akan terus turun hingga Minggu, dengan beberapa daerah diperkirakan akan turun hujan hingga 200 milimeter (7,9 inci). Oleh karena itu, risiko banjir dan peringatan evakuasi sudah diberlakukan untuk 13 wilayah di NSW.

Cuaca ekstrem ini juga bisa berdampak pada pengiriman vaksin Covid-19 Australia ke seluruh wilayah NSW. Hal ini mengganggu rencana negara bagian itu untuk memberikan dosis pertama kepada hampir 6 juta orang beberapa minggu ke depan.

“Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi dengan cuaca dalam beberapa hari mendatang,” kata Penjabat Kepala Medis Australia Michael Kidd, Minggu (21/3).

 

 






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts