KLBF luncurkan tes Covid-19 dengan sampel air liur, ini rekomendasi sahamnya

Stock Setup


BERITAASLI.COM – JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meluncurkan tes diagnostik Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur (saliva) pada Jumat (19/3). Tes diagnostik Covid-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification (RT LAMP) yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

Menurut Kalbe, sebagai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini jauh lebih baik dibandingkan rapid tes antigen yang mendeteksi protein virus. Tes Covid-19 dengan sampel air liur ini memiliki performa akurasi tinggi dengan sensitivitas 94% dan spesifisitas 98% serta diklaim lebih nyaman, praktis, cepat, serta ekonomis.

Kit pemeriksaan tersebut sudah mendapatkan izin edar resmi dari Kementrian Kesehatan RI dengan nomor AKD 20303120508. Alat tes ini diproduksi oleh PT Kalgen DNA dan akan dipasarkan dengan merk ELVA DIAGNOSTIC SARS CoV 2 Saliva Nucleic Acid Test Kit oleh PT Enseval Medika Prima.

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) luncurkan alat tes Covid-19 dengan sampel air liur

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, peluncuran tes Covid-19 ini akan berdampak positif pada pergerakan saham KLBF ke depannya, terlebih lagi jika tes ini menjadi salah satu tes wajib untuk mengecek virus Covid-19. Harga saham KLBF yang saat ini berada di level Rp 1.605 per saham dengan price earning ratio (PER) 27,83 kali juga masih terbilang wajar normal.

“Mengingat, KLBF belum mengalami kenaikan yang signifikan sejak tahun lalu ditambah kinerja yang cukup konsisten membuat KLBF menarik untuk di akumulasi,” kata dia saat dihubungi BERITAASLI.COM, Minggu (21/3). Chris merekomendasikan buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.750 per saham.

Analis Panin Sekuritas Rendy Wijaya juga berpendapat, peluncuran tes Covid-19 dengan sampel air liur ini akan menjadi katalis positif bagi kinerja KLBF di tahun 2021. Pasalnya, sampai dengan saat ini tes Covid-19 di Indonesia masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan total populasi penduduk.

“Sehingga saya melihat ada potensi pendapatan yang menarik dari uji RT LAMP, khusunya di sepanjang semester 1-2021 yang mana pada periode ini vaksinasi juga masih belum cukup masif,” ucap Rendy. Ia masih merekomendasikan buy saham KLBF dengan target harga Rp1.850 per saham.

 

 

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts