IHSG diprediksi bergerak terbatas hingga akhir kuartal I-2021

Stock Setup


BERITAASLI.COM – JAKARTA. Sepanjang bulan Maret ini, meski volatile, kisaran pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlalu besar. IHSG masih sulit mencapai 6.400 dan cenderung turun ke bawah 6.300 saat sudah naik terlalu tinggi.

Analis Pilarmas Investindo, Okie Setya Ardiastama menyebutkan, di sisa kuartal I tahun ini, IHSG diproyeksikan bergerak lebih terbatas. Ini seiring dengan antisipasi dari pelaku pasar yang mencermati seberapa besar dampak dari stimulus fiskal terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.

Menurutnya, pengetatan aktivitas sepanjang kuartal I tahun ini menjadi tekanan pada daya beli masyarakat yang tercermin pada rendahnya inflasi. “Kami melihat IHSG akan bergerak pada range 6.262 – 6.390 hingga sisa bulan Maret,” ujarnya kepada BERITAASLI.COM, Jumat (19/3).

Okie bilang, sentimen dari eksternal saat ini cukup berdampak pada pergerakan pasar saham. Kenaikan dari yield obligasi pemerintah AS memberikan dampak pada arus modal keluar di mana pelaku pasar akan mencermati pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat.

Baca Juga: Asing paling banyak melego 10 saham ini dalam sepekan

Senada, analis Philip Sekuritas Helen menuturkan, sentimen dari luar negeri yang harus dicermati adalah imbal hasil obligasi AS, kebijakan the Fed, dan rilis data ekonomi global. Sementara, dari dalam negeri antara lain rilis kinerja keuangan emiten, pembagian dividen, perkembangan program vaksinasi, serta harga komoditas dunia.

Ia memproyeksikan, saham-saham berkapitalisasi besar masih akan menjadi pendorong utama IHSG terutama sektor perbankan dengan saham seperti BBCA, BMRI, BBRI dan BBNI. Oleh sebab itu, ia menyarankan investor untuk memperhatikan valuasi saham, PE ratio atau PBV.

Dustin Dana Pramitha, Technical Analys Philip Sekuritas, menambahkan, secara teknikal, IHSG cenderung berpeluang bergerak di rentan support di level 6.167,72 sedangkan resistance pada level 6.394,45 hingga akhir Maret.

“Saya rasa di bulan ini, indeks akan cenderung tertahan di level resistance tersebut mengingat tekanan eksternal yang cukup kuat berpeluang menekan penguatan indeks. Namun Jika nantinya the Fed mengumumkan kebijakan baru yang dapat menghilangkan kekhawatiran investor, kami rasa indeks akan menguat dan mencoba menguji level resistance di 6.504,99,” jelasnya.

Pilarmas Investindo merekomendasikan, untuk saat ini pelaku pasar dapat mencermati saham-saham pada sektor keuangan, industri dasar, serta komoditas. Kata dia, pelonggaan kredit serta dukungan dari Bank Indonesia dan juga aktivitas manufaktur dinilai dapat berdampak pada kinerja perbankan.

Kemudian, terjaganya ekspansi dari sektor manufaktur dan pulihnya produktivitas pabrik diinlai menjadi trigger terhadap kinerja industri dasar pada awal tahun ini. Sementara, untuk sektor komoditas menjadi menarik lantaran kenaikan dari harga komoditas pada kuartal I tahun ini dinilai dapat berdampak pada kinerja emiten.

Sementara Philip Sekuritas menilai sektor saham pilihan di tahun ini dari sektor perbankan, CPO, semen, dan telekomunikasi.

 

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts